Adsentra

Minggu, 28 Juni 2009

Ingin Meningkatkan Limit Kartu Kredit?

KARTU kredit memang identik dengan kata "shopping". Padahal, Anda tidak selalu menggunakan kartu kredit untuk keperluan tersebut. Jika sering traveling, Anda sering membeli tiket pesawat secara online, yang tentunya harus dibayar dengan kartu kredit. Di hotel, Anda juga memanfaatkan kartu kredit untuk membayar. Atau, Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan rumah sakit usai melahirkan.

Karena pentingnya kartu kredit bagi Anda, Anda pun berniat meningkatkan limitnya. Sayangnya, Anda tak juga menerima penawaran dari pihak bank untuk meningkatkan limit account Anda. Bila ini yang terjadi, cobalah untuk tidak lagi semena-mena dalam mempergunakan fasilitas ini. Ini yang dapat Anda lakukan:

Bayar tepat waktu. Prioritaskan pembayaran tagihan, dan atur sistem pembayaran tagihan yang teratur sehingga Anda tidak lupa melakukan pembayaran. Bikin reminder di ponsel selama rentang waktu pembayaran sehingga Anda akan selalu diingatkan.

Bayarlah lebih dari minimum payment.
Pembayaran minimum sebenarnya tidak memberikan keuntungan apa pun pada Anda, kecuali bahwa Anda dipaksa berhutang makin banyak. Bayarlah sebanyak yang Anda mampu, atau mendekati jumlah tagihan. Bila memang bisa, lakukan pembayaran lunas setiap bulan. Jika Anda memiliki beberapa kartu kredit, bayarlah kartu dengan bunga tertinggi lebih dulu. Makin kecil tagihan Anda, makin baik penilaian bank tentang pemegang kartu kredit.

Prioritaskan hutang terbesar.
Perlu Anda ketahui, nasabah yang menggunakan lebih dari kredit yang tersedia dianggap sebagai risiko yang lebih tinggi, meskipun jumlah hutang Anda memberikan 30 persen poin. Karena itu fokuslah membayar tagihan kartu kredit yang lebih tinggi 50 persen daripada limit.

Negosiasikan tingkat bunga yang lebih rendah.
Dengan bunga yang lebih rendah, timbunan hutang kartu kredit yang masih ada tidak akan bertumbuh lebih banyak setiap bulan. Anda pun akan mampu membayar lunas tagihan Anda lebih cepat.

Biarkan account Anda terbuka. Meskipun Anda sudah membayar lunas tagihan Anda, biarkan kartu kredit tersebut open, dengan cara tidak menutupnya. Jika Anda tidak memiliki tagihan apa pun, gunakan kartu Anda untuk melakukan pembelanjaan yang tidak terlalu besar, lalu bayarlah tagihannya sampai lunas. Dengan demikian bank tidak akan menutup account Anda karena dianggap tidak aktif.

Berhentilah membuka account baru.
Memiliki banyak pemeriksaan pada laporan kredit akan mengganggu poin Anda secara sementara. Jika Anda sedang merencanakan untuk apply pinjaman penting dalam waktu dekat, jangan membuat permohonan pembuatan kartu kredit lagi.

Bayarlah keperluan Anda dengan cash.
Jika Anda berhenti menambahkan hutang pada tagihan yang masih Anda, Anda akan lebih mudah membayarnya. Kalau bisa, mulailah membayar belanjaan dengan uang tunai. Jika Anda tidak memiliki uang cash, manfaatkan kartu debet Anda untuk berbelanja. Namun hati-hati, jangan sampai meninggalkan account dengan saldo minimal.

Susun budget.
Jika Anda tidak tahu berapa banyak pemasukan dan pengeluaran Anda setiap bulan, akhirnya Anda akan berbelanja berlebihan dan menimbun hutang. Bila Anda terbiasa menghitung pengeluaran, akan mudah bagi Anda untuk membayar lunas hutang dan meningkatkan limit kredit Anda.

Hindari menarik tunai dari kartu kredit.
Begitu menarik tunai, saat itu pula bunga bertambah. Pertambahan bunga diikuti dengan biaya-biaya lain dan tingkat bunga yang tinggi. Akhirnya, karena kebanyakan perjanjian kartu kredit disusun (tentunya) untuk menguntungkan perusahaan, Anda dianggap tidak akan mampu membayar penarikan tunai sampai seluruh tagihan dibayar. Dengan demikian Anda akan membutuhkan waktu llebih lama untuk melunasi hutang dan mendapatkan penilaian yang baik dari bank.

Untuk dapat meningkatkan limit kartu kredit, Anda memang perlu bersabar. Banyak hal yang bisa mempengaruhi bank untuk menolak permohonan Anda. Misalnya, Anda sering telat membayar, sering membiarkan tagihan tidak dibayar, atau laporan bank menunjukkan Anda pernah bermasalah dengan kartu kredit bank lain. Kalau sudah begini, jangan harap Anda bisa menggunakan kartu kredit lagi.
Sumber : Tribunkaltim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar