Adsentra

Minggu, 17 Mei 2009

Efisiensi Pupuk Nitrogen pada Tanaman Padi

Nitrogen adalah merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan dalam budidaya tanaman padi trutama untuk pertumbuhan tanaman. Namun sayang, keberadaan nitrogen di lahan tidak stabil karena mudahnya unusr ini terlarut oleh air dan terbawa arus atau mengalami penguapan.

 

     Tanaman padi merupakan tanaman semusim dan pada umumnya hanya satu kali berproduksi. Tanaman ini termasuk famili Graminae dengan jumlah spesies + 25 spesies, salah satunya adalah spesies Oriza sativa L. Berdasarkan tempat hidupnya , tanaman padi menghendaki lahan sawah basah. Penanaman padi di lahan kering biasanya dilakukan petani pada areal-areal tadah hujan dimana tidak terdapat air irigasi sehingga waktu penanamannya menyesuaikan dengan turunnya hujan (awal musim hujan). Sedangkan padi sawah tidak tergantung musim, karena pada umumnya air akan tersedia sepanjang musim melalui saluran irigasi

     Untuk meningkatkan pendapatan dalam budidaya tanaman padi, ada beberapa tahap yang perlu kita perhatikan yaitu : persemaian, persiapan dan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian HPT, pemanenan serta proses pengolahan. Dari enam tahapan tersebut, pemeliharaan khususnya pemberian pupuk nitrogen (N) perlu kita lakukan seefisien mungkin, karena pemberian pupuk N yang berlebihan tidak akan meningkatkan produktivitas hasil tetapi justru mengurangi hasil panen. Efesien berarti kita menggunakan pupuk sesuai dengan jenis, kondisi dan kebutuhan tanaman bersangkutan secara optimal dengan meminimalkan biaya yang dikeluarkan tanpa mengurangi kadarnya. Dengan keadaan ekonomi seperti saat ini efisiensi usahatani mutlak dilakukan demikian pula dalam hal memberikan pemupukan. Efisiensi pemupukan Nitrogen ini ditentukan oleh 7 faktor, yaitu :

 

Jumlah pupuk N yang benar dan tepat Musim tanam

     Jumlah pupuk sangat tergantung pada musim tanam (musim hujan dan musim kemarau). Pada musim hujan jumlah pupuk N yang kita aplikasikan lebih sedikit daripada musim kemarau. Hal ini disebabkan jumlah anakan yang banyak dengan tanaman yang tinggi sehingga sinar matahari tidak sampai ke pangkal batang (bagian bawah tanaman) dan mengurangi produksi makanan pada daun. Akibatnya tanaman tidak dapat menggunakan semua pupuk N yang diaplikasikan. Sedangkan pada musim kemarau penampilan tanaman cenderung lebih pendek dan mempunyai jumlah anakan yang sedikit sehingga perlu penambahan pupuk N untuk meningkatkan jumlah anakan dan rata-rata produksi makanan.         Kesuburan Tanah

     Pemberian pupuk nitrogen (N) pada tanah yang kurang subur lebih banyak daripada tanah subur. Jika pemberian pupuk N setara dengan hara N yang diperlukan maka akan meningkatkan jumlah anakan, distribusi sinar matahari dan produktivitas panen. Sedangkan untuk tanah yang subur tidak diperlukan pemupukan N yang berlebihan, karena akan mengganggu pertumbuhan vegetatif tanaman dan menyebabkan tanaman roboh.

Kegiatan Pemupukan

 

 

Potensial Panen dari Padi yang Ditanam

     Varietas padi yang mempunyai potensi hasil yang tinggi akan meningkat hasilnya dengan perlakuan pemupukan, karena jumlah anakan bertambah dan tanaman tidak roboh. Sedangkan varietas padi yang potensi hasilnya rendah tidak akan meningkat hasilnya dengan menambah jumlah pupuk N, karena tanaman tidak kuat menopang daunnya sehingga tanaman roboh.

 

Harga Pupuk

     Para petani biasanya harus membuat keputusan dalam usahatani, termasuk diantaranya dalam menghitung ongkos produksi yang berkaitan dengan faktor produksi seperti biaya pemupukan agar usahatani yang dijalankan mendatangkan keuntungan. Dalam hal ini, harga pupuk akan mempengaruhi besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan sehingga perlu adanya perhitungan yang lebih cermat agar biaya yang dikeluarkan tidak besar tanpa mengurangi kebutuhannya. Untuk menghemat penggunaan pupuk N, penanaman kacang-kacangan sebelum lahan sawah digarap merupakan solusi alternatif dimana adanya Rhizobium pada bintil akar tanaman kacang akan mengikat N yang ada dalam tanah. Dengan demikian kebutuhan N menjadi lebih terpenuhi tanpa harus menambah pupuk N lebih banyak. Oleh karena itu berdasarkan analisa untung rugi dari penggunaan pupuk, maka semakin tinggi harga pupuk penggunaan pupuk akan dikurangi/diminimalkan demikian pula sebaliknya. Dengan demikian disaat daya beli masyarakat menurun yang disebabkan tingginya harga faktor produksi akan sangat mempengaruhi penggunaan pupuk.

 

Waktu dan Metode Aplikasi Pemupukan

     Pemupukan pada saat intensitas sinar matahari tinggi (musim kemarau) lebih banyak dibandingkan saat intensitasnya rendah. Aplikasi pupuk yang dilakukan dengan pemberian air pada lahan berupa penggenangan terlebih dahulu akan menghemat dosis pupuk. Begitu pula sebaliknya pemberian pupuk pada permukaan tanah dengan kondisi yang kering membutuhkan jumlah yang lebih banyak.

 

Penggunaan varietas modern

     Penggunaan padi varietas modern sedikit banyak mempengaruhi jumlah pupuk yang diberikan. Kenaikan hasil panen yang dipengaruhi penggunaan pupuk terutama pupuk nitrogen pada varietas modern jauh lebih tinggi dibandingkan pada varietas tradisional. Ini erat kaitannya dengan sifat-sifat dari varietas modern yang membutuhkan perlakuan lebih intensif dibandingkan varietas tradisional untuk mencapai hasil yang optimal. Namun demikian, kenaikan hasil panen ini juga tidak terlepas dari pengaruh waktu (dalam hal ini musim) padi tersebut di tanam dan aplikasi pupuk pada fase pemupukan yang tepat

 

Kebersihan lingkungan tanaman dari gulma

     Gulma akan berkompetisi dengan tanaman padi untuk mendapatkan unsur hara berupa pupuk yang diberikan. Dengan adanya penambahan pupuk nitrogen, pertumbuhan tanaman akan meningkat secara drastis, begitu pula yang terjadi pada gulma. Gulma yang pertumbuhannya cepat akan bersaing dengan padi baik dalam hal nutrisi, air, sinar matahari maupun ruang pertumbuhannya. Oleh sebab itu untuk menjaga agar pupuk nitrogen yang diberikan terserap secara optimal oleh tanaman padi maka pembersihan menjadi aktivitas yang harus dilakukan, terutama saat sebelum aplikasi pemupukan.

Pencegahan terhadap kehilangan pupuk akibat penguapan

     Jumlah pupuk yang diberikan ternyata tidak sepenuhnya terserap oleh tanaman, hal ini karena pada saat aplikasi pemupukan akan ada persentase jumlah pupuk yang hilang akibat penguapan. Hal ini disebabkan pupuk yang diaplikasikan pada tanah kering sebagian dari pupuk tersebut akan berubah menjadi gas dan hilang ke udara (menguap). Untuk mengatasi hal tersebut maka pupuk dapat diaplikasikan pada tanah yang tergenang sedikit air, karena air yang berada di permukaan tanah akan mencegah kehilangan nitrogen di udara. Dengan demikian pupuk tidak akan langsung menguap karena udara yang berasal dari pupuk akan ditangkap terlebih dahulu. Selain itu, aplikasi pupuk sebaiknya dilakukan pada saat yang tepat dimana jangan memberikan pupuk ketika permukaan daun tanaman padi masih basah karena pupuk yang langsung mengenai batang dan daun tanaman yang masih sangat besar resikonya terjadi efek pembakaran pada daun (daun menjadi terbakar).

 

(Ir. Anton Raharja,MMA. )

http://www.tanindo.com/abdi11/hal2601.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar