Adsentra

Sabtu, 16 Mei 2009

FACTS AND FICTIONS ABOUT OILS

1. Minyak sayur (corn oil, soy beans oil, cotton seed oil,

almond oil, canola oil, flaxseed oil, safflower oil) sangat sehat

dan baik untuk jantung (fiction). Minyak sayur yang

dipropagandakan oleh media yang didanai oleh bisnis milyaran

dolar dari produsen minyak sayur ternyata sangat tidak stabil

dan mudah sekali teroksidasi apalagi ketika dipanaskan

sewaktu masak maka ia akan berubah menjadi toxic trans fatty

acids dan free radical yang bekerja seperti racun didalam tubuh.

 

2. Minyak kelapa perawan adalah minyak jenuh yang sangat

berbahaya bagi jantung (fiction). Ini adalah propaganda

produsen minyak sayur agar minyak tropis tidak laku di-Barat.

Padahal ironisnya sekarang hampir semua RS di-AS

menggunakan Lauric Acid ( asam lemak jenuh rantai carbon 12)

yang diambil dari MCFA (Medium Chain Fatty Acid) dari minyak

kelapa virgin.

 

3. Fakta juga bahwa Capric Acid ( asam lemak jenuh rantai

carbon 10) dari MCFA yang terkandung di- VICO (virgin coconut

oil) digunakan sebagai suplemen dengan nama Capricidin

untuk memerangi virus HIV di AS.

 

4. Fakta bahwa Lauric Acid yang terkandung dalam VICO

dibuat suplemen menjadi Lauricidin dan Monolaurin untuk

mengobati orang yang sakit parah dan mengobati bayi yang

terserang infeksi berbahaya.

 

5. Fakta bahwa MCFA dalam VICO mengandung 48% Lauric

Acid, 7% Capric Acid dan 8% Caprilyc Acid (asam lemak rantai

carbon 8). Satu sendok makan VICO mengandung 7 gram lauric

acid sedang satu suplemen Lauricidin hanya mengandung

lauric acid 300mg.

 

6. Fakta bahwa MCFA dalam VICO berguna untuk membantu

metabolisme tubuh, menurunkan kolesterol jahat, menetralisir

radikal bebas, membersihkan arteriosclerosis atau plak

penyumbatan pembuluh darah, mencegah platelet atau

penggumpalan darah penyebab serangan jantung, super

antimikroba yang sekaligus bisa membunuh bakteri dan virus

yang tidak dimiliki antibiotik manapun.

 

7. Fakta bahwa minyak kelapa murni telah mendapat

pengakuan FDA di AS dan masuk daftar GRAS (Generally

Regarded As Safe) yang tidak didapat oleh minyak sayur.

 

8. Fakta bahwa minyak kelapa murni sangat baik untuk

jantung karena mencegah plak pembuluh darah, memulihkan

luka didinding pembuluh darah yang disebabkan oleh kolesterol

jahat, kalsium, free radical, homocystein (asam amino yang

terdapat dalam daging merah, kuning telur, jeroan dan susu full

cream) serta bakteri dan virus.

 

9. Fakta bahwa ternyata semua minyak sayur terkecuali

minyak zaitun (olive oil) dan minyak ikan ternyata sangat

berbahaya bagi kesehatan. Dapat memicu stroke, serangan

jantung, darah tinggi dan gagal ginjal. Sedang minyak kelapa

murni yang tinggi kandungan MCFA sangat baik bagi kesehatan

jantung dan pembuluh darah.

 

10. Fakta bahwa pada tahun 1996, Chris Dafoe penderita AIDS

parah dari Cloverdale, Indiana, AS yang sudah divonis mati

ternyata hanya dalam 5 minggu setelah setiap hari

mengkonsumsi minyak kelapa murni yang diberikan oleh suku

Indian dipedalaman Suriname dinyatakan bahwa virus HIV

dalam darahnya tidak lagi bisa dideteksi alias sembuh.

 

11. Fakta bahwa minyak kelapa murni telah banyak

membuktikan dirinya sebagai penyembuh yang ajaib dalam

banyak studi klinis di AS tetapi selalu diperangi dengan

propaganda minyak sayur demi untuk kepentingan bisnis jutaan

dolar mereka.

 

Menurut pakar mereka telah menyampaikan fakta tentang

minyak sayur dan minyak kelapa murni dan terserah kita untuk

memilih sikap apa yang diambil untuk melindungi kesehatan

kita dan keluarga kita.

 

Phenomena Minyak Penyembuh (Temuan baru)

 

Anda pernah nonton "Lorenzo Oil"?. Film true story tentang

ditemukannya minyak yang dapat menyembuhkan penyakit yang

tadinya tidak bisa disembuhkan. Bila ya, anda tentu tidak akan

heran dengan ditemukannya minyak VICO (virgin coconut oil)

yaitu minyak kelapa perawan yang diolah tidak dengan

dipanaskan dan memiliki khasiat penyembuhan luar biasa.

Adalah Doktor Bambang Setiaji dari UGM yang kini 'mengangkat'

kembali minyak kelapa ini, setelah melalui proses penelitian

sangat lama. Kesedihan karena kematian anak membuatnya

mencari sesuatu. Saat 'berselancar' di-internet dia mendapat

informasi mengenai coconut oils yang di AS mulai dicoba

sebagai salah satu obat menanggulangi virus, termasuk HIV.

 

Doctor pengelola Laboratorium Fakultas MIPA UGM kini

mengubah wajah minyak kelapa dari anggapan sebagai

'pembunuh' menjadi 'juruselamat'. Dengan teknologi murah,

lebih cepat prosesnya dan yang paling menarik minyak ini bisa

awet sampai lebih dari 5 tahun. Virgin coconut oil yang telah

memperoleh ijin Depkes dan lolos uji laboratorium Sucofindo ini

dikemas dalam botol kecil 100 ml.

 

Benarkah VICO berkhasiat? Sekalipun baru 'jual jamu' ternyata

3.000 botol produk yang dibawa, ludes terjual dalam sebuah

pameran di Jakarta, April 2004 lalu. Secara tidak langsung ada

pembeli asal Klaten, penderita Hepatitis-C yang sudah parah.

Konon, orang ini kemudian meminum sehari 3 kali satu sendok

teh. "Ia merasa badannya segar. Lantas setelah 2 minggu ia ke

dokter, dokter itu heran serta menyatakan bila 75 % virusnya

telah hilang, mati," katanya. Toh orang yang kemudian diketahui

bernama Suharno ini belum mau mengaku kepada dokter

tentang apa yang dilakukannya. Ketika sudah 5 minggu,

Suharno kembali ke dokter dan dinyatakan sembuh. Barulah ia

bercerita soal VICO tersebut.

 

Demikian pula dengan Lidia Ruswanti, 45 tahun yang pernah

diopname dan sering berobat kedokter, setelah mengkonsumsi

minyak yang disebut-sebut sebagian pakar sebagai minyak

dieter paling sehat didunia ini selama 10 hari, kondisi tubuhnya

yang mengidap penyakit TBC menunjukkan perbaikan yang

menggembirakan.

 

Sementara seorang dokter ahli jantung di Jakarta telah

mencobakan pada 15 pasien yang sudah divonis by-pass

(operasi pembuluh koroner). Setelah di- treat dengan VICO,

minyak yang mengandung sampai 53% Lauric Acid ini selama 3

minggu,12 di antaranya dinyatakan tidak perlu by-pass dan

sembuh. Lauric Acid adalah asam lemak rantai karbon sedang

atau Medium Chain Fatty Acid (MCFA) yang bermanfaat untuk

membunuh virus dan bakteri, melarutkan kolesterol,

memperbaiki dinding pembuluh darah yang rusak dan bisa

membantu pelangsingan tubuh secara alami.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa dengan

pengolahan baru ini tidak me-ngandung kolesterol. Prof John

Kabara dari Michigan University AS malah menyatakan bahwa

asam lemak pada virgin coconut oil ini mirip dengan asam

lemak pada air susu ibu (ASI) yang memberikan ketahanan

tubuh dan berefek membunuh virus. Karena itulah di AS

pengidap HIV dianjurkan mengkonsumsinya.

 

Murray Price, Ph.D. Pakar pengobatan alternatif lulusan Hawaii

School of Medicine menulis tentang minyak ini "The Healing

Miracle of Coconut Oil" yang telah diterjemahkan dalam bah.

Indonesia: "Terapi Minyak Kelapa". Koran KOMPAS pada Selasa,

13 April 2004 memuat tulisan berjudul: "Manfaat Virgin Coconut

Oil bagi Kesehatan Masyarakat". Majalah TEMPO dalam rubrik

Ilmu & Teknologi, 15 Juli 2004, juga mengangkat temuan baru

ini dengan judul: "Dari Kolesterol hingga Hepatitis". TRUBUS,

Agustus 2004, turut mengekspose phenomena ini dengan judul

"Virgin Coconut Oil dan Serangan Jantung" .

 

KET. TELP: 021 - 7441877 (Lorenzo Oil 03,

23/01/2005)

 

============================================================

 

Makanan GORENGAN Bisa Sebabkan Penyakit Degeneratif

 

MAKANAN gorengan adalah faktor risiko tinggi pemicu penyakit

degeneratif, seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus,

dan stroke.

 

Demikian salah satu kesimpulan disertasi doktor Rustika dalam

Ilmu Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Indonesia. Rustika lulus dengan predikat cumlaude.

 

Sudah lama diketahui, kecenderungan peningkatan kasus

penyakit tidak menular termasuk degeneratif, dipacu oleh

berubahnya gaya hidup akibat urbanisasi dan modernisasi.

Salah satunya yang menyebabkan kematian cukup tinggi adalah

penyakit kardiovaskuler (PKV).

 

Di Indonesia, angka kesakitan dan kematian akibat PKV terus

meningkat tajam. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga

menunjukkan bahwa PKV sebagai penyebab kematian telah

MENINGKAT DARI URUTAN KE-11 (1972) KE URUTAN KETIGA

(1986) DAN MENJADI PENYEBAB KEMATIAN UTAMA 1992,

1995, DAN 2001.

 

Penyebab utama PKV adalah adanya manifestasi ateroklerosis

di pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko

utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan

metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar

kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar HDL

dalam darah. Peningkatan proporsi dislipidemia disebabkan

oleh dampak modernisasi yang mengubah perilaku masyarakat

Indonesia cenderung mengonsumsi rendah serat dan tinggi

lemak.

 

Hal lain adalah pesatnya upaya diversifikasi produk makanan

menjadikan masyarakat cenderung mengonsumsi makanan

berminyak atau berlemak tinggi. Proporsi konsumsi minyak

goreng cukup tinggi, baik di perkotaan maupun pedesaan.

 

MASYARAKAT pada umumnya menggunakan minyak goreng

untuk mengolah makanan, baik untuk lauk maupun makanan

kecil. Makanan itulah yang dikenal sebagai makanan gorengan.

RASANYA YANG GURIH, RENYAH, dan HARGA MURAH,

MEMBUAT ORANG MENYUKAINYA.

 

MAKANAN GORENGAN YANG DIGORENG DENGAN MINYAK

YANG MENGANDUNG ASAM LEMAK JENUH APABILA

DIKONSUMSI AKAN DIMETABOLISME, AKHIRNYA AKAN

MENINGKATKAN PROFIL LIPID DALAM DARAH.

 

Data persentase kebiasaan makan pada populasi berumur di

atas 35 tahun di Jakarta Selatan menunjukkan kebiasaan

makanan gorengan 60 persen, masakan daging yang digoreng

44,8 persen, masakan ikan yang digoreng 94,3 persen.

 

Asam lemak jenuh diketahui berpengaruh terhadap peningkatan

kadar kolesterol total, terutama kolesterol LDL.

 

Asupan asam lemak jenuh tinggi akan menekan aktivitas

reseptor LDL sehingga menyebabkan peningkatan kadar

kolesterol LDL dalam plasma. Makin tinggi asupan asam lemak

jenuh, makin tinggi kolesterol serum.

 

Menurut Rustika, seseorang yang berisiko profil lipid dalam

darah tinggi adalah mereka yang mengonsumsi asam lemak

jenuh 16,71 persen total energi. Ini berarti bila seseorang

mengonsumsi energi 1.600 kkal, maksimum konsumsi asam

lemak jenuh 25,8 g per hari.

 

Pada populasi yang diteliti Rustika, dari 29,70 g per hari asam

lemak jenuh yang dikonsumsi, 5,93 G PER HARI BERASAL

DARI MAKANAN NON-GORENGAN DAN 23,77 G PER HARI

MAKANAN GORENGAN.

 

Dari 23,77 g per hari asam lemak jenuh setara dengan tiga

potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan

selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan

selingan.

 

"HASIL PENELITIAN INI PERLU DIINFORMASIKAN KEPADA

MASYARAKAT LUAS, YAITU BAHWA KEBIASAAN MEMAKAN

MAKANAN GORENGAN YANG BERLEBIHAN BERBAHAYA BAGI

KESEHATAN, TERUTAMA PENYAKIT DEGENERATIF YANG

SAAT INI ANGKA KESAKITAN DAN KEMATIANNYA CENDERUNG

MENINGKAT," kata Rustika. (LOK)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar